Artikel Terbaru
Link Partner
Advertise
SLINK

Mengenal Tradisi "Dandangan" di Kota Kudus

image

Bagi masyarakat Kota Kudus Dandangan tentu bukanlah suatu hal yang asing di telinga.
"Dandangan" adalah sebuah tradisi yang sudah ada sejak jaman Wali Songo atau jaman Raden Ja'far Shodiq yang lebih di kenal dengan Sunan Kudus . Pada masa itu setiap menjelang Bulan Suci Ramadhan, di sekitar Masjid atau Menara Sunan Kudus para pedagang berkumpul menjajakan dagangannya.

Tidak hanya itu menurut para tokoh dan ulama asal mula tradisi dandangan bukanlah hanya kumpulan para pedagang kaki lima untuk menyambut datangnya bulan puasa saja. Ada cerita yang sebenarnya asal usul tradisi dandangan itu sendiri.

Pada jaman dahulu sekitar tahun 450-an masyarakat Kudus berkumpul di depan Menara Masjid "Al Aqsha" yang kini populer dengan sebutan Masjid "Menara" Kudus, menunggu pengumuman awal puasa Ramadhan dari Syeikh Dja'far Sodiq. Setelah keputusan awal puasa itu disampaikan oleh Kanjeng Sunan Kudus, maka dipukullah bedug di Masjid Menara Kudus, "dang-dang-dang" begitu bunyinya. Dari suara bedug itulah, istilah “dandangan” lahir.

Namun seiring perkembangannya, Dandangan yang dulu dikenal dengan acara tabuh bedug saja, sekarang menjelma menjadi acara selayaknya pasar malam. Banyak pedangang kaki lima menjajakan segala macam dagangannya. Menurut para pedagang, mereka tidak hanya ingin sekedar mencari keuntungan dari dagangannya, namun juga ingin memperoleh berkah dari Sunan Kudus. Konon menurut   cerita bahwa setelah ikut menyemarakkan tradisi Dandangan, hasil penjualan mereka setelah itu akan terus meningkat (wAllahu a’lam) .

 

 

Tradisi Dandangan tahun 2010 akan lebih meriah


Radar Kudus - Tradisi Dandangan yang menjadi acara tahunan jelang Ramadhan di Kabupaten Kudus akan semakin meriah dibanding dengan tahun sebelumnya. Pasalnya acara penyambutan pelaksanaan bulan puasa yang telah masuk dalam kalender event wisata nasional itu, tidak hanya pasar malam dan tabuh bedug. Juga akan dilakukan kirab budaya, atraksi seni tentang sejarah Walisongo dan sunan Kudus.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Hadi Sucipto melalui Kasi Promosi Mutrikah mengatakan perayaan tradisi Dandangan tahun 2010 akan lebih meriah dibanding dengan tahun 2009. Pasalnya tahun 2010 perayaan tersebut telah mendapatkan alokasi dari dana APBD, untuk penyambutan jelang penyambutan bulan Ramadhan dengan pentas dan kirab budaya yang akan mengisahkan perjalanan Walisongo dan Sunan Kudus dalam menyambut bulan Ramadhan, dan berbagai kiprahnya dalam memimpin Kudus.

"Tahun 2009 memang tidak ada kirab, karena dari APBD belum ada alokasi dana. Dan untuk tahun 2010 akan kami kirab lagi sebagaimana tahun 2008 lalu,"katanya kepada Radar Kudus kemarin (10/7).

Terkait untuk semakin mendekatkan tradisi Dandangan dengan masyarakat, tema dandangan tahun 2010 ditekankan tidak hanya dimaknai sebatas pasar malam. Namun akan mengulas sejarah dalam bentuk pentas budaya. "Sehingga masyarakat nanti semakin tahu tentang sejarah Dandangan dan kiprah sunan Kudus,"katanya

Perayaan Dandangan, yang akan melibatkan tim kreatif itu, pihaknya merencanakan akan dilaksanakan di Alun-alun Kudus H-1 bulan Ramadhan. Hal ini menyusul tradisi tersebut, merupakan tradisi yang dilakukan Sunan Kudus dalam menyambut bulan puasa. Sementara direncanakan pelaksanan perayaan tersebut akan dilakukan kirab dari SMPN 3 Kudus - Matahari - Simpang Tujuh. Dan diakhiri dengan pemukulan bedug oleh pejabat tertinggi di Kabupaten Kudus.

"Semoga saja antara prediksi penentuan tanggal satu antara pemerintah dan masyarakat, dalam hal ini dari pengurus yayasan Menara bisa sama,"katanya.

Dijelaskan terkait dengan atraksi budaya yang akan ditampilkan, nantinya akan diceritakan secara gambalang tentang akan realitas masyarakat Kudus dan ajaran Islam. Dimana zaman dahulu masih banyak wanita yang dipingit, dan tidak akan pernah keluar. Namun dengan Dandangan maka semua masyarakat, baik tua muda, baik pingitan atau tidak, guyub rukun dan bersama-sama keluar menyaksikan Dandangan. Selain itu, kirab juga akan menampilkan ruh setan dan jin selama bulan Ramadhan maka akan diikat tidak akan pergi kemana-mana.

"Dan tidak kalah menariknya tradisi tradisi tahlilan dan ziarah, dan ekspresi seni sntri dengan rebana yang akan dikolaborasikan dengan tari-tarian. Akan ditampilkan dalam rangkaian perayaan nanti
”, ujarnya.

Sementara dengan membudayanya tradisi Dandangan di tengah masyarakat, bahkan telah masuk dalam kalender nasional. Dandangan mengudang kedatangan masyarakat, kemudian masyarakat Kudus memanfaatkan event tersebut dengan mejual belikan kuliner dan produk home industri lainnya.

"Untuk penjualan tersebut nantinya akan difasilitasi oleh Dinas Perindutrian. Dan dalam Dandangan nanti akan lebih menonjolkan dari pejual dari asli masyarakat Kudus, dan akan dialokasikan di sepanjang jalan Sunan Kudus. Karena sebenarnya Kudus adalah tempat industri, dan sebenarnya home industri asli kudus sangat banyak jadi perlu dikenalkan ke mayarakat luas,"katanya
.

 

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Sat, 7 Aug 2010 @23:25


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+2+0

Selamat Datang di LDII Kudus
image

DPD LDII Kabupaten Kudus


Website resmi LDII Kabupaten Kudus, Alamat sekretariat : Mlati Kidul No 54 RT03/RW03, Kec Kota, Kab Kudus 59319. Telp (0291) 435825, Email : dpd@ldii-kudus.com, Facebook : ldiikudus, Twitter : ldiikudus, Instagram : ldii_kudus
Foto Sepeda Sehat LDII
Komentar Terbaru
Berbagi Rasa
Pengunjung

hit counter code

Jalinan Teman

Data Pengunjung

Admin