Artikel Terbaru
Link Partner
Advertise
SLINK

LDII KUDUS GELAR SHOLAT IDUL FITRI 1437 H

image

DPD LDII Kabupaten Kudus menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1437 H pada hari Rabu, 06 Juli 2016 yang dilaksanakan di Halaman Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Purwosari Kudus. Ustadz Khiyaruddin, S.Kom.I bertindak sebagai Imam dan Khotib Sholat Id ini.

Shalat Idul Fitri 1437 H LDII KudusRibuan Jamaah laki-laki dan perempuan, tua serta muda hadir mengikuti ibadah sholat Id yang dimulai pukul 06.15. Setelah salat Id selesai dilaksanakan, dilanjutkan Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, H. Mardjono, S.Pd membacakan sambutan tentang "Memetik Hikmah Puasa Romadhon" dari Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum.

Berikut sambutan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum.

"Memetik Hikmah Puasa Romadhon"

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saudara-saudara kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Di pagi yang barokah ini, alhamdulillah kita telah bersujud bersama-sama di hadapan Allah Subhanahuwata’ala, melaksanakan sholat Idul Fitri dengan khusyu’. Kita mendambakan ridha Allah, agar menjadi hamba muttaqin. Hamba yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita juga harus bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat terutama nikmat dinul Islam yang mengantarkan pada keselamatan dan kebahagiaan dalam kehidupan  fiddunya wal akhirah.

Selanjutnya sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat, para tabiin, serta para pengikut yang sholih hingga akhir zaman. Aamiin.

Saudara-saudara kaum muslimin rokhimakumulloh.

Alhamdulillah, inshaa Allah kita telah berhasil mencapai 5 sukses Ramadhan. Selanjutnya marilah kita senantiasa berdoa semoga ibadah kita, puasa kita, tarawih kita, tadarus kita, tahajud kita, shodaqoh kita, i’tikaf kita, zakat kita, takbir, tahmid dan tahlil kita, serta shalat kita di pagi ini dapat diterima oleh Allah SWT. Amin.

Keutamaan sholat Iedul Fitri ini telah disabdakan oleh Nabi SAW :

عَنْ ابن مسعود عن النبي صلى الله عليه وسلم أنهُ قَالَ : إِذَا صَامُوا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوا إِلَى عِيْدِهِمْ يَقَولُ اللهُ تَعَالَى : يَا مَلاَئِكَةِ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ . وَعِبَادِ الَّذِيْنَ صَامُوا شَهْرَهُمْ  وَخَرَجُوا إِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُونَ أُجُورَهُمْ . إِشْهَدُوا أَنِّيْ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ .. الحديث

Artinya:

“dari sahabat Ibnu Masud r.a, dari Nabi saw, bahwasanya beliau telah berkata: ketika mereka telah berpuasa pada bulan Ramadhan, dan telah keluar untuk hadir sholat hari raya idul fitri, maka berfirman ALLAH Yang Maha Tinggi: wahai para MalaikatKU! Setiap orang yang beramal ia memperoleh pahalanya. Dan setiap hambaKU yang berpuasa dalam bulan Ramadhan, dan telah keluar untuk sholat hari raya idul fitri mereka memperoleh pahalanya. Saksikanlah, sesungguhnya AKU telah mengampuni mereka, maka memanggilah yang berseru: Wahai umat Muhammad kembalilah ke tempat kalian, sungguh telah AKU ganti kejelekan kamu dengan kebaikan. Maka berfirman ALLAH Yang Maha Tinggi: Wahai hambaku engkau berpuasa untukKU, dan berbuka untukKU, maka tegaklah, engkau telah mendapat pengampunan”. Al-hadits.

Saudara-saudara seiman yang berbahagia,

Bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan berkah baru saja berlalu. Para ulama sholih di masa lalu menangis ketika harus berpisah dengan bulan yang mulia itu, karena penghayatan mereka yang luar biasa terhadap fadhillah dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Rasulullah saw dalam sebuah hadits bersabda :

اِنَّ الْحَسَنَةَ فِيْهِ مُجْتَمِعَةٌ واَالطَّاعَةُ مَقْبُوْلَةٌ واَالدَّعَوَاتُ مُسْتَجَابَةٌ وَالذُّنُوبُ مَغْفُوْرَةٌ وَالْجَنَّةُ مُسْتَاقَةٌ لَهُمْ . الحديث

Artinya:

”Sesungguhnya kebaikan di dalam bulan ramadhan dikumpulkan, dan ketaatan diterima, dan doa-doa dikabulkan, dan sorga pun merindukan mereka”.

Dalam hadits yang lain Rasulullah saw bersabda :

لَوْ تَعْلَمُ اُمَّتِي مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا اَنْ تَكُوْنَ السَّـنَةُ كُلُّهاَ رَمَضاَنَ . الحديث

Artinya:

”Kalau saja umatku tahu apa yang terkandung di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka berharap bahwa satu tahun itu menjadi bulan Ramadhan”.

Mungkin derajat kita tidak menyamai mereka, tetapi setidaknya kita bisa mengambil hikmah puasa Romadhon untuk menginspirasi kehidupan kita setelahnya, yaitu:

Pertama: Membangun Generasi Qurani

Al-Quran adalah kitabullah yang merupakan petunjuk yang sebenar-benarnya bagi orang yang bertaqwa, tidak ada yang lebih baik dan sempurna dari padanya. Kalau kita bertanya mengapa generasi umat terdahulu lebih madani dibanding dengan generasi kita sekarang? Jawabnya adalah karena generasi terdahulu berpegang teguh kepada al-Quran untuk membangun akidah dan  akhlaq umatnya, sedangkan generasi kita sekarang belum sepenuhnya memahami makna yang terkandung di dalamnya. Bahkan banyak dari kalangan muda kita yang baru mengenali al-Quran sebagai kitab suci orang Islam. Ketika puasa Ramadhan datang, maka hal yang selalu dilaksanakan selain sholat tarawih adalah tadarus al-Quran, baik di masjid, musholla, maupun di rumah-rumah. Bahkan di setiap masjid kita, selalu diadakan pengkataman bacaan dan makna Al Quran  sehingga pemahaman generasi muda terhadap Al Quran semakin meningkat. Bahkan banyak juga anak-anak kita yang hafidz Quran. Kefadolan membaca dan mengkaji Al Quran ini telah disabdakan Nabi SAW:

قَالَ رَسول اللهِ صلى الله عليه وسلم : اَلْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَعٌ وَمَاحِلٌ مُصَدَّقٌ فَمَنْ جَعَلَهُ إِمَامَاً قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ , وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ . رواه البيهقي

Artinya:

”Al-Quran itu pemberi syafaat yang diterima syafaatnya, dan pembela yang dibenarkan, barang siapa yang menjadikan al-Quran dihadapannya akan menuntunya menuju sorga, dan barang siapa menjadikan al-Quran dibelakangnya akan mendorong menuju neraka”.

Marilah momentum pasca-Romadhon ini kita manfaatkan untuk membina generasi muda Qur’ani, yaitu generasi muda yang faqih dan alim, berakhlaqul karimah dan mandiri, yang kita sebut sebagai TRI SUKSES PEMBINAAN GENERASI PENERUS. Dengan program tersebut, generasi kita mendatang akan menjadi generasi yang memiliki kepahaman dalam agama, memiliki pengetahuan yang luas, mandiri, dan berbudi luhur. Mereka adalah generasi yang memiliki enam thobiat luhur, yaitu: jujur, amanah, mau bekerja keras dan hemat, rukun, kompak, dan bekerjasama dalam kebaikan. Merekalah yang yang akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa yang sangat didambakan di masa yang akan datang.

Kedua:  Meningkatkan Iman dan Taqwa.

Kita tidak bisa menafikan bahwa ibadah puasa Ramadhan selalu memberi dampak positip dan grafik naik dalam hal iman dan taqwa seseorang, pada saat menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut dapat terjadi karena ALLAH SWT memang menjadikan bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan-syetan yang berkeliaran dibelenggu. Kita semua berharap, seharusnya sesudah puasa Ramadhan selesai, derajat iman dan taqwa kita tetap tinggi dan meningkat karena puasa Ramadhan sebagai tarbiyah / pelatihan untuk meningkatkan derajat iman dan taqwa. Memang visi dari puasa di bulan Ramadhon adalah agar kita bertaqwa kepada Allah SWT.

Kaum muslimin yang berbahagia,

Mengamati kondisi sosial masyarakat di beberapa tempat pada saat ini, kita sungguh prihatin dengan tersebarnya kemaksiatan, terjadinya pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, korupsi, LGBT, dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya sungguh telah menyesakkan dada karena terjadi di luar batas-batas kemanusiaan, menyimpang jauh dari norma-norma agama, hukum dan etika. Hal demikian terjadi karena di antara kita sudah tidak mengindahkan lagi syariat-syariat agama, iman dan taqwanya sangat lemah, maka iblis dan syetan sangat mudah masuk membisiki hati untuk mengikuti hawa nafsu syaithoniah.

Kalau kondisi tersebut tidak diperhatikan, dekadensi moral dibiarkan berlarut tidak ada perbaikan, maka kehancuran umat manusia seperti kaum Nabi Nuh, kaum Ad kaum Tsamud dll pada masa lalu tidak mustahil akan terulang. Maka marilah kita semua kaum muslimin/muslimat yang hadir di sini, bersama-sama saiyek saeko proyo berjuang amar makruf nahi munkar, nasehat dengan kebenaran dan kesabaran agar supaya negeri kita menjadi negeri yang diberkahi oleh ALLAH SWT, karena seluruh penduduknya beriman dan bertaqwa serta berbudi pekerti yang luhur seperti budi pekertinya Rasulullah saw.  ALLAH SWT berfirman dalam surah al-Akraf ayat 96 :

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرَى اَمَـنُوْا واََتـَّقَوْا لَفَتَحْناَ عَلَيْهِمْ برَكاَتٍ مِنَ السَّماَءِ وَاْلاَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبـُواْ فَاَ خَذْنَهُمْ بِماَ كاَنـُوْا يَكْسِبُوْنَ . الاعراف 96

Artinya:

”Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya AKU bukakan dan limpahkan barakahnya langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka AKU timpakan kepada mereka siksaKU karena apa-apa yang mereka perbuat”.

Allah SWT telah memberikan kepada kita peringatan dan cobaan dalam bentuk bencana alam seperti banjir, gunung meletus dan tanah longsor. Marilah hendaknya peringatan Allah SWT tersebut kita jadikan sebagai momentum untuk mawas diri dan perbaikan di masa yang akan datang, sehingga kita akan selalu mendapatkan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kebarokahan.

Kaum muslimin yang berbahagia,

Selanjutnya kedatangan Hari Raya Idul Fitri ini, kita sambut dengan penuh suka cita dan kegembiraan dalam batas-batas syariat, selalu menjaga sopan santun dan budi pekerti yang luhur, sehingga tidak mengusik ketenangan masyarakat. Marilah kita jadikan hari raya ini sebagai momentum untuk menggugah jiwa, meningkatkan iman dan taqwa, dan senantiasa waspada dengan bujuk rayu iblis dan syetan yang tidak pernah mengenal putus asa membisiki hati manusia untuk berpaling dari rahmat ALLAH, berbuat dosa dan maksiyat dengan balutan budaya modernisasi, disertai kata-kata indah dan manis dengan mengatakan kita ini kuno, ketinggalan jaman, jaman sudah berubah dst.

Kemudian marilah kita hidupkan shilaturrahim dan tebarkan salam di antara kita, para ahli famili, sanak kerabat, handai taulan, tetangga dekat dan jauh, mereka yang kita kenal dan yang belum kita kenal, semoga dengan demikian akan terjalin persaudaraan dan ikatan jiwa silaturrahim serta budi pekerti yang luhur, sehingga terwujudlah Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Demikian nasehat singkat Hari Raya Idul Fitri yang dapat kami sampaikan pada hari ini, jika ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Selanjutnya atas nama warga LDII Jawa Tengah kami mengucapkan: TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H, MOHON MAAF ATAS SEMUA KESALAHAN LAHIR DAN BATHIN, SEMOGA ALLAH SWT MENERIMA SEMUA AMAL IBADAH KITA. AAMIIN.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Semarang, Juli 2016

 

Ketua DPW LDII Jawa Tengah

Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum.

Thu, 7 Jul 2016 @16:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+6+2

Selamat Datang di LDII Kudus
image

DPD LDII Kabupaten Kudus


Website resmi LDII Kabupaten Kudus, Alamat sekretariat : Mlati Kidul No 54 RT03/RW03, Kec Kota, Kab Kudus 59319. Telp (0291) 435825, Email : dpd@ldii-kudus.com, Facebook : ldiikudus, Twitter : ldiikudus, Instagram : ldii_kudus
Foto Sepeda Sehat LDII
Komentar Terbaru
Arsip
Berbagi Rasa
Pengunjung

hit counter code

Jalinan Teman

Data Pengunjung

Admin