Artikel Terbaru
Link Partner
Advertise
SLINK

Game Online, Gurih di Bisnis, Miris Efeknya

image

PUSAT-pusat penyedia game online yang mulai mewabah di Indonesia sejak satu dekade silam merupakan alternatif peluang bisnis yang cukup menguntungkan di satu sisi, namun juga memiliki sisi negatif yang merugikan bagi para pemain, di sisi lain.

Menguntungkan, karena warung internet (warnet) yang kini banyak berubah fungsi menjadi penyedia fasilitas game online, terutama yang berada di dekat pemukiman penduduk atau pusat pertokoan, hampir tidak pernah sepi dari pengunjung. Menurut Heru Nugroho, Presiden Direktur Telegraph Creative Lab, pembuat game Nusantara Online, kondisi pasar game di Indonesia terbilang masih kecil, tapi potensial untuk terus berkembang.

Saat ini pasar game di Indonesia baru mencapai 7 juta orang. Perlahan, tapi pasti, kata Heru, game online akan menjadi sub-industri kreatif yang tumbuh bersamaan dengan pasarnya yang khas. Dinilai merugikan karena permainan digital ini seringkali membuat para pemain kecanduan, karena mereka akan merasa tertantang atau penasaran untuk menyelesaikan level demi level yang ada. Pemain terkoneksi dengan para pemain lain di seluruh dunia secara real time melalui internet, sehingga bisa saling bertukar pesan atau chatting untuk keperluan tertentu saat bermain secara multiplayer.

Game online menghadirkan kisah, pertandingan, pertempuran, atau petualangan di dunia maya yang tak pernah terselesaikan, sehingga akan menumbuhkan rasa penasaran. Beberapa game online yang populer di Indonesia antara lain Point Blank, yang menantang pemain untuk beradu kelihaian dalam menembak, AyoDance yang menghadirkan kompetisi dance diiringi lagu-lagu populer, serta beberapa game strategi seperti Warcraft Dota dan Ragnarok Online.
Semakin tinggi level atau tingkat kemampuan yang diraih, maka pemainnya akan merasa semakin hebat. Apalagi, kebanyakan para penggila game online adalah remaja atau orang-orang muda yang notabene sedang mencari jati diri.

Ganggu Kejiwaan

Mereka betah berjam-jam bermain di warnet game online , sehingga tidak jarang mereka mengabaikan kewajiban-kewajiban lain seperti belajar atau kuliah saking asyiknya menyelesaikan “tugas” atau “misi” permainan.
Tak sedikit pula pemain yang lupa makan atau mandi gara-gara seharian duduk di depan layar monitor komputer sambil menggerak-gerakkan mouse untuk mengatur strategi permainan, karena penasaran ingin bisa menjadi yang terhebat.

Selain menguras uang saku untuk membayar ongkos sewa yang berkisar antara Rp 3.500 dan Rp 5.000 setiap jam, game online juga bisa menggangu kejiwaan seseorang. Pemain bisanya terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak peduli dengan lingkungan sosialnya.

Bahkan di beberapa negara belum lama ini terjadi kasus yang berakhir pada kematian. Di Taiwan, seorang remaja bernama Chuang tewas setelah bermain game online Diablo III selama 40 jam nonsetop pada Juli tahun lalu.
Dia menyewa sebuah ruang di kafe internet di dekat tempat tinggalnya sebelum akhirnya asyik memainkan game tersebut tanpa henti selama hampir dua hari tanpa makan dan minum. Dokter menduga, Chuang tewas karena terlalu lama duduk sehingga terjadi pembekuan darah.

Faktor lain yang mendorong seseorang gemar bermain game online adalah karena pemain bisa menghasilkan uang dengan cara menjual “senjata” atau “item” yang dia miliki kepada pemain lain yang membutuhkan.
Bila terjadi kesepakatan harga yang telah dibicarakan melalui chatting, pemain bisa langsung bertransaksi dengan bertemu langsung alias kopi darat atau transfer ATM. Harganya pun bergantung kesepakatan dan bisa mencapai jutaan rupiah untuk setiap item atau senjata yang ditawarkan.
Terlepas dari dampak bisnis yang menggiurkan, namun mewaspadai dampak buruk tetap dikedepankan.

Sumber www.suaramerdeka.com

Tue, 12 Feb 2013 @23:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Selamat Datang di LDII Kudus
image

DPD LDII Kabupaten Kudus


Website resmi LDII Kabupaten Kudus, Alamat sekretariat : Mlati Kidul No 54 RT03/RW03, Kec Kota, Kab Kudus 59319. Telp (0291) 435825, Email : dpd@ldii-kudus.com, Facebook : ldiikudus, Twitter : ldiikudus, Instagram : ldii_kudus
Foto Sepeda Sehat LDII
Komentar Terbaru
Arsip

Berbagi Rasa
Pengunjung

hit counter code

Jalinan Teman

Data Pengunjung

Admin